Saturday, May 21, 2016

Banci Foto

Saya memang banci foto. Mau ngaku duluan aja deh sebelum ada yang nuduh :D 

Smartphone dan kamera sepertinya sudah jadi barang wajib dalam hidup saya. Udah gak bisa di pisahin, bak Dr. Kang dan Kapt. Yoo di drama Descendant Of The Sun. hihihi

Pernah gak sih ngerasa keki sendiri karena kita kebanyakan cekrak cekrek?? Kalau saya sering. Loncat sana, cekrek. Loncat sini, cekrek. Terserah orang mau bilang saya alay atau apa.. Yang pasti, itulah cara saya mengabadikan moment berharga dalam hidup saya. Saya sadar sekali kalau ingatan yang saya miliki terbatas dan saya butuh sesuatu untuk membantu saya mengingat hal yang mungkin tidak mampu lagi saya ingat karena waktu.

Iya.. suatu saat ingatan kita akan memudar. Dan apa yang kita alami hari ini mungkin tidak akan kita ingat lagi 10 s.d 20 tahun yang akan datang. Kecuali mungkin kejadian yang sangat menyenangkan atau sangat menyakitkan.

Beberapa waktu lalu adik sepupu saya mengetag sebuah foto ke facebook saya. Menunjukkan foto masa kecil kami yang saat itu sedang bermain sepeda di halaman rumah. Saya gak ingat kejadian itu, tapi foto itu membuktikan bahwa saya dulu pernah melakukan itu.

Saat melihat foto itu saya jadi semakin sadar bahwa rajin mengabadikan sebuah moment itu bukan berarti kita alay dan butuh pengakuan. Tapi itu adalah sebuah cara untuk menyimpan semua kenangan kita. Suatu hari kita akan membuka kumpulan foto itu dan mengenang masa masa indah, lucu, keki, aneh, dan sedih yang pernah kita alami.

Percaya deh.. ingatan kita itu terbatas. Gak semua hal mampu kita ingat dengan baik. Jadi mulai sekarang, rajin rajinlah membantu ingatan kita untuk menyusun semua hal yang pernah kita lakukan di dunia.

Minggu lalu navaro bertemu juga dengan sepupunya. Nama sepupunya Allea. Saya minta Navaro peluk sepupunya supaya bisa saya foto.. tapi ternyata dia malu malu. 10 tahun yang akan datang saat dia melihat foto ini, akan seperti apa ya reaksi dia?? :))

foto keluarga

xo-xo
post signature

Wednesday, May 18, 2016

Fatamorgana

Saat ini media sosial sudah menjadi bagian penting dalam hidup kita. Dari sana kita bisa belajar banyak hal. Mendapatkan ilmu baru, pengetahuan baru, bisa jadi tempat belajar untuk menjadi pribadi lebih baik atau juga sebaliknya.. menikmati iri dengki.

Beberapa hari lalu saya baca status seorang teman di facebook. Dia bilang, "Rumput Tetangga Terlihat lebih hijau. Hati hati FATAMORGANA"

sumber : www.satuharapan.com

Setuju gak sama status ini? kalau saya setuju banget. Kadang saya suka nelangsa sendiri kalau melihat status teman teman saya yang lagi liburan. at sana, at sini, at situ, at sono. Pokoknya mereka memperlihatkan kalau mereka sedang bahagia, menikmati kebersamaan. Nelangsa karena saya gak bisa seperti mereka. Padahal belum tentu juga mereka sebahagia saya. hahaha maap ini nyinyir :D

Waktu baca tulisan ini pasti deh ada yang bilang.. Ya terserah dia dong! kita kan bebas mau ngomong apa aja di media sosial. Yap, semua itu adalah pilihan. Sampai saat ini saya pun masih memegang prinsip lebih baik membagikan momen momen membahagiakan dibandingkan momen yang penuh dengan keluhan. Kita sendiri yang memutuskan akan membagikan dan menjadikan diri kita terlihat seperti apa di media sosial.

Lalu kalau gitu, apa masalahnya dong? Gak ada masalah sebenarnya. Saya juga termasuk orang yang suka pamer kok kalau pas lagi ada kegiatan happy happy. Masalahnya, kegiatan happy happy saya sedikit banget. Jadi gak bisa sering sering pamer! hahaha

Navaro libur sekolah selama 10 hari. orang tua lain senangnya kebangetan. Yay!! Horee!! Asiiik!! Yippiii!!! sementara saya datar aja. Polos tak berekspresi. Memang pada dasarnya saya juga tipe orang yang tak terlalu bisa berekpresi. Tapi kemarin salah satu teman tegur saya. "Ah kamu mah.. orang lain pada seneng anaknya libur. Kamu mah cuma hmmmmm aja" :)))

Kalau mau jujur, saya memang merasa biasa aja sih saat navaro libur. Kenapa?? Karena bedanya juga gak terlalu signifikan buat saya. Kalau sekolah, saya punya tugas antar makan siang dan jemput navaro pulang sekolah. Kalau libur, tugas itu hilang. Di luar itu ya sama aja dengan hari hari lainnya.

Pekerjaan suami menuntut dia gak bisa tinggal terus di satu kota. Seminggu di cilegon, seminggu di serpong, seminggu di bandung, seminggu di purwakarta, terus aja seperti itu.. mengunjungi 14 kantor cabang untuk pengontrolan laporan keuangan mereka. Dan saya juga gak bisa menuntut terlalu banyak untuk bisa liburan kesana sini seperti teman teman saya yang lain.

Sedih? tentu saja kadang saya sedih. Tapi dengan tidak seringnya saya liburan, bukan berarti hidup saya juga gak bahagia. Dibanding berkeluh kesah dan iri karena gak bisa liburan seperti teman teman yang lain, mending saya cari kegiatan lain. Nonton drama korea misalnya. hahaha

Jangan salah.. nonton drama dan fan girling an itu bisa bikin saya lebih bahagia lho. Sama lah rasanya dengan liburan kesana sini. Bedanya saya liburannya lewat layar laptop.

Kadang kita memang selalu melihat kehidupan orang lain itu lebih nikmat sampai lupa mensyukuri apa yang sudah kita miliki dalam hidup kita. Coba lihat lagi.. jangan jangan kita memang malas menyirami rumput di halaman rumah kita sendiri. Jadi rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau.

Katanya, Bahagia itu kita yang ciptakan :) 

Iya iya.. ini postingan gak jelas dan isinya curcol semua. Maapkan :D

xo-xo

post signature